Senin, 03 Oktober 2016

Perjalanan Riwayat Hidup Syeh Abdul Qodir Jailani

Tags

Syeh Abdul Qodir Jailani beliau adalah seorang waliyullah yang terkenal dimasanay dan sampai sekarang, beliau juga keturunan dari Rasulullah berikut Nasab Syeh Abdul Qodir Jailani..

Nasab Dari Beliau:
Sayid Abu Muhamad Abdul Qodir dilahirkan di Nafi, Jailani, Irak Pada bulan Ramadan tahun 470 H, bertepatann dengan tahun 1077 M, Ayahnya bernama Abu Shalih seorang yang takwa keturunan Hadhirat Imam Hasan ra, cucu pertama Rasulullah SAW, putra sulung imam Ali ra, dan sayidah Fatimah rah putri tercinta Rosulullah, Ibu beliau adalah putri seorang wali, Abdullah Saumai, yang juga masih keturunan Imam Husain ra, putra kedua Imam Ali Dan Sayidah Fatimah, dengan demikina beliau syeh Abdul Qodir Jailani adalah Hasani dan husaini.

Masa Muda Syeh Abdul Qodir Jailani, sejak kecil ia pendiam, bertafakur agar ia menjadi lebih baik, pengalaman mistik ketika berusia 18 tahun, kehausan akan ilmu dan kegairahan untuk bersama para soleh , telah membawa beliau sampai kebaqdad, yang pada zaman itu pusat ilmu dan peradaban.

sampai mendapat gelar Ghauts Al-Azam atau wali Ghauts terbesar dalam terminologi sufi seorang gausts menduduki jenjang ruhani dan keistimewaan ke dua dalam hal memohon ampun dan rida Allah bagi umat manusia setelah para nabi,

diriwayatkan menjelang keberangkatannya ke negri baghdad, ibunya sudah menjanda membekalinya delapan puluh keping emas yang dijahitkan pada bagian dalam mantelnya. persisi dibawah ketiak, sebagai bekal, uang ini adalah warisan dari almarhum ayahnya, dimaksud untuk menghadapi masa masa sulit , waktu mau berangkat sang ibu berpesan agar jangan berdusta dalam segala keadaan, sang anak berjanji untuk setia mengingat dan mengamalkanya, kemudian pada waktu diperjalanan beliau ada segrombolan perampog yang menghadang kreta yang ditumpangi beliau, tetapi karena penapilan beliau sederhana perampok tersebut tidak memberhatikan, tetapi ada salah satu perampok menyakan kepada beliau apakah anda punya uang, tetapi karena beliau ingat betul pesan ibunya maka beliau Syeh Abdul Qodir menjawab Ya' aku punya delapan puluh keping emas yang dijahit didalam baju oleh ibuku. tentu para perampok ke heranan ada manusia sejujur ini. mereka membawanya ke pemimpin perampok tersebut, dan pemimpin perampok tersebut pun bertanya sama dengan anak buanya, tetapi beliau syeh abdul qodir menjawab kenapa dia jujur dia mendapat pesan dari ibunya , jika ia berbohong ia tak bermakna menjari ilmu agamanya. mendengar cerita tersebut pimpinan perampok tadi langsung jatuh tertunduk dikaki beliau ia menyesali yang ia pernah lakukan, dan ia minta ampun dan bertobat, dalam riwayat bahwa pimpinan perampok tersebut murid Syeh Abdul Qodir Pertama.

Pada waktu beliau belajar dibaghdad beliau selalu gemar musyahadah, berpuasa dan tak minta makannan dari seorang meskipun pergi sehari hari tanpa membawa makanan, dibaghdad beliau sering mendatangi orang yang serba berfikir rohani, dan pada pencarianya ia ber temu dengan Hadrat Hamad seorang penjual sirup yang merupakan wali ia menjadi pembimbing ruhani beliau,

Setelah menyelesaikan belajarnya di baghdad ia kian keras terhadap dirinya, ia mulai mematangkan diri dari semua kebutuhan dan kesenangan hidup, kecuali untuk mempertahankan hidup, waktu dan tenaganya tercurah pada solat dan membaca Al-Qur'an sampai sampai ia solat subuh tanpa wudu lagi karena belum batal dengan wudu waktu solat isya', diceritakan selama ia latihan ruhani dihindari berhubungan dengan manusia , sehingga ia tak bertemu atau bicara dengan seorang pun, bila ingin berjalan jalan ia berkeliling padang pasir. akirnya ia tinggal dibaghdad dan menetap di syustar, dua belas hari perjalanan dari baghdad. selama 11tahun ia menutup diri dari dunia, akhirmasa ini menandai berahirnya latihannya , ia menerima Nur dicari. diri hewaninya kini telah diganti oleh wujud mulia.




EmoticonEmoticon